Penarapan Pemantulan Bunyi Sebagai Dasar Teknologi dalam Dinamika Kehidupan

 

Pemantulan Bunyi Sebagai Dasar Teknologi dalam Kehidupan

 

Bunyi adalah hasil getaran dari suatu benda. Getaran benda di tangkap oleh telinga manusia sehingga manusia dapat mendengar bunyi benda. Bunyi dapat didengar apabila ada sumber bunyi, zat perantara dan ada yang mendengar. Ambang frekuensi bunyi yang mampu didengar oleh telinga manusia antara frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz.  Bunyi di bawah frekuensi 20 Hz disebut Infrasonik. Sedangkan diatas frekuensi 20.000 Hz dinamakan Ultrasonik.

Lantas bagaimana bunyi dapat dihasilkan? Pemantulan bunyi dapat terjadi apabila bunyi mengenai permukaan benda yang keras, seperti permukaan dinding, mengenai kaca atau seng. Akan tetapi pemantulan bunyi tidak dapat terjadi apabila bunyi diserap oleh benda-benda peredam bunyi, seperti wol, karet busa dan gabus yang memiliki permukaan yang tidak keras sebab kerapatannya cukup longgar.

Pemantulan bunyi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Berikut ini berbagai manfaat pemantuan bunyi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan:

1. Mendeteksi benda-benda di Bawah Laut


Benda-benda di dalam laut bisa di deteksi dengan mengirimkan gelombang ultrasonik menggunakan alat tertentu yang di tempatkan pada bagian kapal, maka dapat diketahui kedudukan kapal selam. Bahkan tidak hanya mendeteksi sesuatu yang padat dan besar yang bersifat logam, selain itu juga dapat mengetahui kedudukan gerombolan ikan di laut. Hal itu tentu bisa membantu aktivitas maritim suatu negara.

2. Mendeteksi Survey Geofisika


Bunyi juga bermanfaat dalam mendeteksi adanya sumber daya alam yang mengendap di dalam bumi. Resonansi bunyi digunakan untuk mendeteksi dan menentukan lokasi struktur bumi dan dapat menemukan lapisan batuan yang mengandung endapan minyak.

3. Menentukan kedalaman laut

 

Mekanismenya hampir sama dengan manfaat pemantulan bunyi untuk mendeteksi benda di bawah laut. Kedalaman laut dapat mengetahui manfaat laut, yakni dengan cara menempelkan sebuah sumber getaran pada dinding kapal bagian bawah. Di dekat sumber getaran ini dipasang sebuah alat penerima getaran.


4. Mendeteksi Struktur Logam. 

Tidak hanya dengan sinar manfaat radioaktif saja yang bisa untuk mendeteksi adanya keretakan atau kerusakan pada logam, tetapi dengan pemantulan bunyi pun bisa membantu melakukannya.


Scanning dengan pemantulan bunyi bermanfaat untuk menemukan retak-retak yang tersembunyi pada badan pesawat terbang, yang dapat membahayakan penerbangan.


5. Mengukur Ketebalan Logam

 Bunyi merambat pada medium tertentu dan bahkan memantul. Hukum pemantulan bunyi bisa dijadikan untuk menemukan ketebalan suatu logam. 


Prinsip pemantulan bunyi dapat digunakan mengukur ketebalan pelat logam dan pembungkus logam yang mudah berkarat

.

6. Kacamata Tuna Netra

  

Teknologi yang menggunakan gelombang adalah kacamata tuna netra. Kacamata tuna netra dilengkapi dengan alat bantu penerima dan pengiriman ultrasonik. Kacamata ini sangat membantu mengetahui dimana lokasinya karena terhubung langsung dengan satelit.


7. Pendeteksi Detak Jantung

Electrodiagram adalah piranti kedokteran yang di gunakan untuk mendeteksi suara jantung dan pernapasan manusia


Jika kita perhatikan, ada tempelan-tempelan berkabel yang di tempatkan di dada pasien dan kemudian ada layar yang menampilkan  garis-garis lancip naik turun pada sebuah monitor. Alat tersebut yang digunakan untuk mendeteksi kondisi detak jantung pasien.


8. Alat Penghancur Tumor


 
Teknik scanning ultrasonic sangat membantu para medis untuk menghancurkan tumor. Teknik ini lebih aman karena tidak perlu menghancurkan jaringan luar karena tidak memerlukan pembedahan. Sehingga resiko pendarahaan akan lebih kecil daripada penanganan tumor dengan operasi pembedahan.

 


Belum ada Komentar untuk "Penarapan Pemantulan Bunyi Sebagai Dasar Teknologi dalam Dinamika Kehidupan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel