Materi, Soal dan Jawaban Sejarah Bab Jalur Masuknya Hindu-Buddha Di Indonesia

20 Soal Sejarah Kelas 10 Semester 1

1. Masuknya Hindu Budha ke Indonesia melalui kegiatan…

Jawaban: Perdagangan

2. Interaksi awal pengaruh Budha di Indonesia dibuktikan dengan ditemukannya…

Jawaban: Penemuan patung Budha di Sempaga Sulawesi Selatan

3. Kepercayaan asli bangsa Indonesia yang mempercayai benda tertentu mempunyai kekuatan gaib disebut...

Jawaban: Dinamisme

4. Jenis langgam patung Budha yang ditemukan di Sempaga Sulawesi Selatan mendapat pengaruh dari India Selatan yang diberi nama...

Jawaban: Amarawati

5. Yupa yang ditemukan di Kutai Kalimantan Timur menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia sudah mengenal tulisan pada abad...

Jawaban: 4 Masehi (4 Abad)

6. Unsur budaya Indonesia yang terdapat pada candi adalah...

Jawaban: Adanya punden berundak

7. Masuknya pengaruh Hindu Budha dibidang kepercayaan akan melahirkan bentuk sinkretisme dari kedua unsur tersebut. Salah satu contohnya adalah...

Jawaban: Munculnya aliran Tantrayana di Kerajaan Singasari

8. Sebelum pengaruh Hindu masuk ke Indonesia, sistem pengangkatan penguasa dengan cara primus inter pares. Hal ini menunjukkan...

Jawaban: adanya kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin

9. Bukti tertua tentang adanya pengaruh budaya India di Indonesia adalah...

Jawaban: Penemuan arca Budha di Sempaga Sulawesi Selatan

10. Dalam perkembangan zaman sejarah Indonesia, pengaruh masuknya budaya India ke Indonesia nampak jelas pada...

Jawaban: Indonesia mulai mengenal tulisan

11.Animisme adalah...

Jawaban: kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang diagungkan.

12. Dinamisme adalah...

Jawaban: kepercayaan terhadap benda tertentu yang dianggap mempunyai kekuatan gaib.

13. Totemisme adalah...

Jawaban: kepercayaan terhadap binatang tertentu yang dikeramatkan.

14. Monoteisme (berasal dari kata Yunani μόνος (monos) yang berarti tunggal dan θεός (theos) yang berarti Tuhan) adalah...

Jawaban: kepercayaan bahwa Tuhan hanya satu dan berkuasa penuh atas segala sesuatu.

15. Politeisme adalah...

Jawaban: bentuk kepercayaan yang mengakui adanya lebih dari satu Tuhan atau menyembah dewa(banyak dewa). Secara harfiah berasal dari bahasa Yunani poly + theoi, yang berarti banyak tuhan. Lawan dari paham ini adalah monoteisme, atau kepercayaan yang hanya mengakui satu Tuhan.

16. Ada dua jenis langgam patung Budha yaitu

Jawaban: Gandhara dan Amarawati.

17. Candi sebagai bentuk akulturasi budaya Hindu Budha dengan Indonesia menjadikan candi di Indonesia berbeda dengan candi di India. Unsur asli budaya Indonesia pada candi berupa punden berundak sebagai salah satu hasil budaya dari zaman?

Jawaban: megalitikum.

18. Primus Inter pares adalah...

Jawaban: sistem pemilihan kepala suku atau pemimpin dengan cara dipertandingkan dari segi fisik, namun juga mempertimbangkan kharisma kepemimpinan.

19. Jelaskan perbandingan antara Kultus dewa raja dengan primus inter pares...

Jawaban: jika keduanya dibandingkan maka primus inter pares lebih demokratis karena memberikan peluang yang sama asal memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin dan memiliki ketahanan fisik untuk memimpin kelompoknya yang diuji didepan anggota kelompoknya secara langsung.

20. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Sebagai penasehat Raja
2) Memimpin upacara keagamaan
3) Sebagai panglima perang
4) Menjalankan perekonomian kerajaan
5) Menarik pajak dari rakyat
Berdasarkan keterangan diatas peran golongan Brahmana di lingkungan kerajaan ditunjukkan oleh nomor...

Jawaban: 1 dan 2

Jalur Masuknya dan Tradisi Hindu-Buddha Di Indonesia

Agama dan kebudayaan Hindu-Budha pada awalnya tumbuh dan berkembang di wilayah India. Peradaban tersebut tumbuh di lembah sungai Indus, yang perkembangannya sudah terjadi sejak kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Pada awalnya kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara bangsa Arya (yang merupakan sekelompok pendatang) dengan bangsa Dravida (pendukung asli kebudayaan lembah Indus). Sebagai agama, Hindu bersifat Polytheisme yaitu percaya pada banyak dewa. Dalam agama Hindu dikenal adanya 3 dewa utama yang disebut Trimurti (Brahma, Wisnu, Syiwa).

Jauh setelah Hindu berkembang di India kemudian juga muncul agama dan kebudayaan Budha. Agama Budha diajarkan SidhartaGautama, putra raja Sudana dari kerajaan Kapilawastu. Agama Budha memiliki hari besar Waisak. Hari raya Waisak ini memperingati tiga peristiwa yaitu kelahirannya Sidharta, Sidartha menerima penerangan agung, dan juga wafatnya sang Budha. Agama Budha pernah berpengaruh besar di India. Agama ini mengalami perkembangan pesat di India pada masa pemerintahan raja Asoka. Pada masa pemerintahannya agama budha dijadikan sebagai agama resmi Negara. Dalam perkembangan selanjutnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha tidak hanya berkembang di India, namun juga ke wilayah Indonesia. Jalur masuk agama Hindu Budha ke Indonesia adalah melalui jalur laut dan jalur darat.

Peta Jalur Masuk dan Berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia

Jalur Laut

Para penyebar agama dan budaya Hindu-Budha yang menggunakan jalur laut datang ke Indonesia mengikuti rombongan kapal-kapal para pedagang yang biasa beraktivitas pada jalur India-Cina. Rute perjalanan para penyebar agama dan budaya Hindu-Budha, yaitu dari India menuju Myanmar, Thailand. Semenanjung Malaya, kemudian ke Nusantara. Sementara itu, dari Semenanjung Malaya ada yang terus ke Kamboja, Vietnam, Cina, Korea dan Jepang. Di antara mereka ada yang langsung dari India menuju Indonesia dengan memanfaatkan bertiupnya angina muson barat.

Jalur Darat

Para penyebar agama dan budaya Hindu-Budha yang menggunakan jalur darat mengikuti para pedagang melalui Jalan Sutra, dari India ke Tibet terus ke utara sampai dengan Cina, Korea, dan Jepang. Ada juga yang melakukan perjalanan dari India Utara menuju Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya kemudian berlayar menuju Indonesia. Raja secara khusus mendatangkan Brahmana ke Indonesia meminta Brahmana untuk mengajar agama Hindu di lingkungan istananya. Teori ini didukung dengan adanya bukti bahwa terdapat koloni India di Malaysia dan pantai Timur Sumatera yang banyak ditempati oleh orang Keling dari India Selatan yang memerlukan kaum Brahmana untuk upacara agama (perkawinan dan kematian).

Keraguan akan teori ini

  1. Mempelajari bahasa Sansekerta merupakan hal yang sangat sulit jadi tidak mungkin dilakukan oleh raja-raja di Indonesia yang telah mendapat kitab Weda untuk mengetahui isinya bahkan menyebarkan pada yang lain. Sehingga pasti memerlukan bimbingan kaum Brahmana dalam mempelajarinya.
  2. Menurut ajaran Hindu kuno seorang Brahmana dilarang untuk menyeberangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya. Jika ia melakukan hal tersebut maka ia akan kehilangan hak akan kastanya. Sehingga mendatangkan para Brahmana ke Indonesia bukan merupakan hal yang wajar.
Pada awalnya kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara bangsa Arya (yang merupakan sekelompok pendatang) dengan bangsa Dravida (pendukung asli kebudayaan lembah Indus). Sebagai agama, Hindu bersifat Polytheisme yaitu percaya pada banyak dewa. Dalam agama Hindu dikenal adanya 3 dewa utama yang disebut Trimurti (Brahma, Wisnu, Syiwa).

Teori tentang masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada dasarnya dapat dibagi dalam dua pandangan. Pendapat pertama menekankan pada peran aktif dari orang-orang India dalam menyebarkan Hindu-Budha (teori Waisya, teori Ksatria, dan teori Brahmana. Pendapat kedua mengemukakan peran aktif orang-orang Indonesia dalam menyebarkan agama Hindu-Budha di Indonesia (teori Arus Balik).

Hipotesis Masuknya Agama Hindu Budha ke Indonesia

  • Teori Waisya
  • Teori Ksatria
  • Teori Brahmana
  • Teori Arus Balik

Pengaruh Agama Hindu Budha Di Indonesia

  • Seni bangunan
  • seni rupa
  • seni sastra
  • kalender
  • Kepercayaan dan Filsafat
  • pemerintahan
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha, bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan. Sistem pemerintahan kepala suku berlangsung secara demokratis, yaitu salah seorang kepala suku merupakan pemimpin yang dipilih dari kelompok sukunya, karena memiliki kelebihan dari anggota kelornpok suku lainnya. Akan tetapi, setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha, tata pemerintahan disesuaikan dengan sistem kepala pemerintahan yang berkembang di India. Seorang kepala pemerintahaii bukan lagi seorang kepala suku, melainkan seorang raja, yang memerintah wilayah kerajaannya secara turun-temurun (Bukan lagi ditentukan oleh kemampuan, melainkan oleh keturunan)

Masuknya Hindu Budha ke Indonesia melalui proses interaksi yang intens diawali dengan melalui jalur perdagangan. Bukti interaksi pengaruh Budha di Indonesia ditandai dengan ditemukannya beberapa patung Budha dibeberapa daerah

1. Patung Budha berlanggam Amarawati (India Selatan ) ditemukan di Sempaga Sulawesi Selatan yang diperkirakan abad 2 M.
2. Patung Budha di Bukit Siguntang Sumatra Selatan
3. Patung Budha di Jember.
4. Patung Budha di Kota Bangun Kutai dengan langgam Gandhara yang merupakan langgam dari India Utara.

Bukti adanya interaksi dengan Hindu ditandai dengan ditemukannya 7 Yupa di Kutai Kalimantan Timur yang diperkirakan pada abad 4 Masehi. Tulisan yang dipakai berhuruf Pallawa, yaitu huruf yang lazim di India Selatan kira-kira abad ke-3 sampai ke-7. Bahasanya adalah bahasa Sanskerta , bahasa resmi India yang digubah dalam bentuk syair.
Dengan adanya interaksi antara Indonesia dengan budaya India baik Hindu maupun Budha maka di Indonesia muncul tradisi yang mendapat pengaruh Hindu dan Budha. Adapun pengaruh itu diantaranya sebagai berikut:

Seni Bangun

Candi adalah bangunan yang merupakan akulturasi antara budaya Hindu dengan Indonesia. Unsur asli budaya Indonesia yang terdapat pada candi adalah bangunan punden berundak hasil budaya megalitikum.

Seni sastra dan aksara

Masyarakat Indonesia menjadi mengenal tulisan dengan penemuan Yupa di Kutai Kalimantan Timur. Seni sastra India yang berkembang di Indonesia khususnya di Jawa menggunakan bahasa sankskerta yang mengalami perkembangan menjadi bahasa Jawa Kuno. Penulisannya menggunakan aksara pallawa yang kemudian berkembang menjadi aksara Jawa Kuno. Demikian juga dengan kitab sastra India seperti Bharatayudha yang digubah oleh empu Sedah dan Empu Panuluh yang menggambarkan perebutan kekuasaan antara Jenggala dengan Panjalu di Kerajaan Kediri. Selain itu ada juga kitab sastra Arjunawiwaha untuk menggambarkan kehidupan raja Airlangga pada saat itu.

Kepercayaan

Kepercayaan asli bangsa Indonesia animisme, dinamisme dan totemisme. Animisme adalah kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang diagungkan. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda tertentu yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Totemisme adalah kepercayaan terhadap binatang tertentu yang dikeramatkan. Setelah masuknya pengaruh dari India yaitu agama Hindu Budha maka agama tersebut juga diterima oleh masyarakat Indonesia serta terjadi sinkretisme dan melahirkan aliran baru yang bernama Tantrayana pada masa kerajaan Singasari terutama pada era pemerintahan raja Kertanegara.

Politik

Dengan masuknya pengaruh Hindu Budha di Indonesia maka muncul sistem kerajaan yang dipimpin oleh raja yang dahulu dipimpin oleh primus inter pares.

Sumber: 
@memekoplak.hqq Saya adalah admin dari Instagram @memekoplak.hqq. Disini saya membuat blog untuk Fansub anime (MKH Fansub) dan Pembahasan anime (MKH Anime). Jadi jika kalian penasaran dengan meme saya, langsung cek saja di Instagram saya. Jangan lupa difollow juga ya. Karena kalian bisa request anime sub atau review lewat Instagram @memekoplak.hqq.

Belum ada Komentar untuk "Materi, Soal dan Jawaban Sejarah Bab Jalur Masuknya Hindu-Buddha Di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel